Balada
25 September 2015
Oleh
sukmawati
Saat
matahari mulai terbenam
Ketika
suara adzan berkumandang
Semua
terasa hening
Semua
melangkah menuju masjid itu
Menjalankan
ibadah wajibnya
Meminta
kepada yang Maha Kuasa
Memohon
dengan hati yang bersih
Agar
mengampuni segala dosanya
Sesaat
terasa hening menyelimuti
Satu
dua orang mulai bangkit
Meninggalkan
masjid
Setelah
doanya selesai di panjatkan
Aku
menunggu di serambi
Menanti
seseorang muncul di balik pintu
Dan
Akhirnya
aku melihatnya
Dia
berjalan menghampiriku
Dengan
tatapan mata yang lain dari biasa
Dengan
tatapan mata yang tajam
Mengarah
kepadaku
Dengan
wajah yang penuh dengan kecemasan
Dengan
tingkah laku yang berbeda
Terlihat
ada sesuatu yang di tutupinya
Bibir
itu seakan terkunci rapat untuk bersuara
Hanya
tatapan mata
Yang
mampu menjelaskan
Kau
menggenggam tanganku kuat
Berjalan
menyusuri jalan
Menuju
suatu tempat
Di
tengah pusat kota
Di
bawah bulan dan bintang
Kau
menghentikan langkah
Di
tengah kerumunan orang
Kau
melepas genggaman tangan
Berbalik
badan menatapku
Mata
itu seakan berbicara
Mengungkapkan
isi kalbu
Aku
hanya diam
Tak
ada kata yang terucap
Menatapnya
penuh arti
Kedua
pasang mata bertatap
Seakan
mengetahui maksud di balik ini
Tak
peduli orang
Kau
tetap menatapku dalam-dalam
Mulut
yang terkunci itu
Mulai
terbuka dengan sendirinya
Kata
demi demi kata kau ucapkan
Dengan
hati yang bergetar
Dengan
suara yang bergetar
Kau
mengucapkan sebuah kalimat
Bismillahirahmanirahim
Aku
mencintaimu karena Allah
Di
bawah sinar bulan
Yang
menerangi
Tampak
jelas wajahmu
Tersenyum
lega manatapku
Sebuah
perasaan dari hati
Terungkap
sudah
Aku
memulai kata-kataku
Dengan
menatap mata itu
Sebuah
ketulusan terlukis disana
Sebuah
kalimat aku ucapkan
Dengan
kalimat yang sama
Hari
itu
Jumat,
25 September 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar